Sebelumnya saya harus telepon setiap outlet satu-satu untuk tanya penjualan hari ini. Sekarang jam 10 malam otomatis masuk laporan lengkap via WhatsApp. Ini game changer buat kami yang punya banyak cabang.
Kedai Nusantara dimulai dari sebuah gerobakan kecil di depan kampus. Dalam 5 tahun, Pak Adi berhasil mengembangkannya menjadi 5 outlet yang tersebar di Bandung dan Cimahi. Menunya yang khas — nasi goreng, mie ayam, dan aneka minuman — sudah dikenal di kalangan mahasiswa dan pekerja kantoran.
Tapi di balik pertumbuhan yang cepat, ada masalah besar: tidak ada sistem terpusat. Setiap outlet punya cara pencatatan sendiri. Ada yang pakai buku, ada yang pakai notes di HP, ada yang pakai Excel. Pak Adi menghabiskan minimal 2 jam setiap malam hanya untuk mengumpulkan dan merangkum data dari kelima outletnya.
Dengan 5 outlet dan puluhan SKU menu, tantangannya bukan lagi soal "catat penjualan" — tapi soal membuat keputusan bisnis yang tepat:
📊 Laporan Harian — 12 Feb 2026
Total Revenue: Rp 8.4M (↑12%)
Total Orders: 156
Top Menu: Nasi Goreng Spesial (43 porsi)
🏆 Outlet Terbaik: Dago (Rp 2.1M)
22:00Mantap! Besok tambah stok nasi goreng 👍
22:02Laporan otomatis via WhatsApp setiap malam — ringkasan penjualan lengkap langsung di genggaman owner
Mengubah cara pengelolaan F&B multi-outlet dengan sistem monitoring terpusat dan pelaporan otomatis.
Monitor status pesanan dari masuk hingga saji
Analisa performa menu & margin laba
Akses data & laporan harian via chat
Integrasi data 5 cabang secara real-time
Setiap pesanan dicatat di Google Sheets dan otomatis muncul di pipeline: Baru → Dimasak → Selesai. Dashboard menampilkan status real-time semua outlet.
Heatmap yang menunjukkan menu paling laris, margin tertinggi, dan tren penjualan. Data ini membantu keputusan menu engineering yang tepat.
Setiap jam 10 malam, bot otomatis mengirim laporan lengkap ke WhatsApp owner: revenue, top menu, outlet terbaik, dan alert stok rendah.
Satu dashboard pusat untuk melihat performa semua outlet. Bisa filter per outlet, per periode, per kategori menu — semua dari Google Sheets.
Dalam 2 minggu pertama setelah go-live, Pak Adi sudah bisa mengidentifikasi bahwa 3 menu dengan margin rendah menyumbang 25% dari total pesanan — sebuah insight yang sebelumnya tidak mungkin terlihat tanpa data. Keputusan untuk menaikkan harga dan substitusi menu langsung berdampak pada margin keuntungan.
Owner tidak perlu lagi telepon setiap outlet untuk rekap — laporan masuk otomatis
Pembelian bahan baku sekarang berdasarkan data penjualan aktual, bukan perkiraan
Waktu input pesanan harian per outlet — pakai Google Sheets yang sudah dikenal
Mengunjungi 2 outlet untuk memahami workflow, memetakan data yang perlu dicatat, dan mendesain struktur Sheets terpusat.
Membangun Apps Script untuk auto-sync data dari 5 outlet, order pipeline tracking, dan menu analytics engine.
Integrasi WhatsApp Bot untuk daily reporting, training manajer outlet, dan go-live bertahap (2 outlet dulu, lalu sisanya).
Kami sudah berpengalaman membangun sistem untuk bisnis multi-cabang. Ceritakan tantangan Anda dan kami tunjukkan solusi yang paling cocok.